Artificial Intelligence

abdulrosyid.png
Abdul Rosyid 2020-05-10 08:58:01

Share :

Artificial Intelligence

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan adalah tema besar yang umum ditemukan pada buku – buku atau film – film beraliran fiksi ilmiah.

 

Kehadiran robot – robot dengan kecerdasan buatan pertama kali dikenalkan oleh Samuel Butler dalam novelnya erewhon khususnya didalam bab – bab the book of the machine pada tahun 1972, dilayar kaca sendiri kehadiran kecerdasan buatan dimulai dengan film – film the thousand one pada tahun 1968 dimana terdapat kecerdasan buatan bernama hal.

 

Tema besar yang sering muncul difilm – film tersebut adalah kecerdasan buatan yang mencapai kesadaran diri berubah menjadi jahat dan akhirnya berusaha untuk menghancurkan umat manusia.

 

Beberapa tahun terakhir tokoh tokoh besar dibidang sains dan teknologi seperti Stephen Hawking dan Bill Gates menyampaikan kehawatiranya terhadap perkembangan dibidang kecerdasan buatan ini.

 

Dengan perkembangan sains dan teknologi yang begitu pesat terutama perkembangan dibidang neuro sains yang mempelajari tentang cara otak kita bekerja, mereka percaya bahwa dimasa depan akan ada yang mampu mencapai tingkat kecerdasan yang sama, atau bahkan melebihi manusia, lalu muncul pertanyaan, mungkinkah pemberontakan mesin yang ada difilm – film fiksi ilmiah tersebut terjadi dikehidupan nyata apa kita benar benar mampu untuk mengembangkan sesuatu yang lebih cerdas dari kita. Lampu merah, mesin – mesin dipabrik, aplikasi di handphone kita semuanya dikendalikan oleh program Komputer, barisan – barisan kode yang berisi perintah atau aturan kerja peralatan tersebut, sama halnya dengan peralatan - peralatan tadi bentuk fisik dari  sistem kecerdasan buatan adalah barisan – barisan kode komputer, bedanya terletak pada kemampuannya untuk belajar, apa sih maksudnya ?

 

Ketika baru lahir dan bulan – bulan pertangahan hidupnya seorang bayi tidak akan mengalami atau mengerti tentang apa yang terjadi disekitarnya, yang dia lakukan hanyalah nangis, makan dan menuh - menuhin popoknya, namun selama itu setiap harinya otak bayi tersebut terus bekerja dan yang lebih penting lagi belajar, sebagian besar proses belajar bayi tersebut adalah dari pola – pola terjadi dilingkungan sekitarnya, dia mencari kejadian yang terjadi secara berulang - ulang untuk memperoleh arti dari apa yang terjadi disekitarnya.

 

Pada saat kita mepelajari hal yang baru, pelajaran tersebut disimpan sebagai sambungan – sambungan baru pada neuron – neuron diotak kita, nah proses belajar sistem kecerdasan buatan mirip dengan proses bejalar manusia, bedanya pola – pola yang diamati disimpan pada model matematika sederhana yang bentuknya seperti neuron diotak kita.

 

Model matematika ini sering disebut Artificial Neural Network dan dia belajar dengan mengamati pola – pola pada informasi yang diberikan kepadanya.

 

Hasil dari bejalarnya adalah sebuah model atau seperangkat aturan yang baru yang menyesuaikan dengan pelajaran atau informasi yang diberikan kepadanya, berdasarkan kemampuannya untuk bejalar kecerdasan buatan terbagi menjadi 3 kateogri :

 

1. ARTIFICIAL NARROW INTELLIGENCE atau WEAK AI

 

Weak Ai (Kecerdasan buatan lemah) sudah banyak dijumpai dikehidupan sehari hari kita, timeline facebook kamu dirancancang oleh weak ai, begitu pula tokoh tokoh divideo game atau ketika bilang oke google kehandphone android anda dan kecerdasan buatan akan mengolah suaramu dan mencoba menjawab pertanyaanmu, dan percaya atau tidak musik yang dimainkan dividio bukan dirancang oleh manusia tapi oleh kecerdasan buatan, nah walaupun kelihatan sangat canggih dan rumit kecerdasan buatan ARTIFICIAL NARROW INTELLIGENCE atau WEAK AI disebut lemah karena kemampuan belajarnya terbatas pada fungusi spesifik yang ditentukan oleh perancangnya, meskipun begitu saat ini manusia sudah sangat bergantung pada sistem kecerdasan buatan ini diberbagai sector kehidupan, kecerdasan buatan yang satu tingkat diatas Weak AI disebut artificial general intelligence atau strong AI yaitu kecerdasan buatan kuat.

 

2. ARTIFICIAL GENERAL INTELLIGENCE ATAU STRONG AI

 

Strong Ai yaitu kecerdasan buatan kuat, ini adalah kecerdasan buatan yang mampu berfikir dan belajar seperti manusia, para ahli berpendapat bahwa strong ai ini akan mampu dicapai secepatnya dalam 30 tahun kedepan tantangan utama bagi para ilmuan dan dan ir untuk mencapai Strong AI ini adalah membuat mesin mesin yang mampu melakukan tugas tugas yang sangat sederhana bagi manusia tapi sangat sulit bagi mesin mesin yang ada saat ini, apa sih maksudnya ?

 

Komputer – komputer yang ada saat ini sangat mahir dalam melakukan perhitungan matematika yang sangat rumit, namun lain halnya dengan tugas sehari hari seperti membuka pintu, mengenal teman lama, atau memahai perasaan orang – orang yang ada disekitar kita, kalau umur kamu dibawah 40 tahun ada kemungkinan kamu akan menyaksikan datanya teknologi strong ai, lalu apa yang akan terjadi jika sudah ada kecerdasan buatan yang sejajar dengan kecerdasan kita ? yang pasti kondisi seperti itu tidak akan bertahan lama, karena kunci utama dari strong ai adalah kempuannya untuk belajar dan memperbaiki diri secara mandiri tanpa masukan dari perancangnya.

 

Masih ingat dengan lampu merah dijalan, timeline facebook, dan google asisten ? semua sistem tersebut hanya mampu berkembang jika diberikan informasi atau perintah baru oleh perancangnya, strong ai tidak memerlukan itu karena memiliki kemampuan yang disebut RECURSIVE SELF-IMPROVEMENT yaitu kemampuan untuk memperbaiki diri lewat sebuah proses trial end error tanpa batas.

 

Pada tahu 2016 kemaren sudah ada tanda – tanda bahwa strong ai ini tidak jauh didepan mata, kecerdasan bautan Alpha Go dari Google mengalahkan juara dunia Go asal Korea Selatan, uniknya Apha Go tidak diberikan informasi atau perintah khusus yang berisi cara untuk memenangkan permainan Go, denga aturan main go sebagian acuannya Alpha Go bermain melawan dirinya sendiri beribu ribu kali dan menggunakan proses trial and error tadi untuk belajar jadi pemain Go yang handal, menurut para perancangnya cara Alpha Go belajar dapat diterapkan diberbagai macam bidang karena bersifat umum, semakin banyak dia belajar semakin cerdas pula jadinya, kemampuan belajar secara berulang – ulang tanpa bantuan dan pengawasan dari manusia inilah yang bakal melahirkan kecerdasan buatan terakhir yaitu SUPER INTELLIGENCE atau kecerdasan buatan super.

 

3. SUPER INTELLIGENCE

 

Ditingkat akhir ini kecerdasan buatan memiliki kecerdasan buatan yang jauh melampaui kecerdasan manusia, lalu apa yang dikhawatirkan kalau sudah ada kecerdasan buatan yang jauh lebih cerdas daripada kita ?

 

Pendapat para pakar pada pertanyaan ini dibagi menjadi dua, para pakar yang optimis berpendapat bahwa didunia yang dipenuhi kecerdasan super mesin – mesin dengan kecerdasan super tersebut akan tetap berada dibawah kendali kita, mereka akan diberikan peraturan peraturan dasar seperti tidak boleh membunuh manusia atau melukai manusia dan berusaha memecahkan masalah yang belum mampu kita pecahkan sendiri seperti mencari obat untuk kangker, alergi yang murah bahkan gratis dan solusi – solusi lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia, dari sesi pesimis para pakar kembali bertanya, jika kita berhasil untuk membuat kecerdasan buatan yang lebih cerdas dari kita, apa yang akan mencegah kecerdasan buatan tersebut untuk sadar akan kelemahan kita dan kemudian mengambil alih kehidupan kita, bagai mana caranya kita mengendalikan sesuatu yang lebih cerdas daripada kita ?

 

Coba perhatikan hewan – hewan yang ada dilingkungan kita, kita gak benci semut, tapi kalau sekumpulan semut tersebut menghalangi kita dalam mencari tujuan kita, kita gak akan peduli akan kehadiran mereka, Ketika kita ingn bangun rumah, gedung, atau jalan tidak ada yang peduli apakah ada rumah semut ditanahnya atau tidak, dan seandainya ada yang bener bener peduli bagaimana kita menjelaskan kepada semut – semut tersebut bahwa rumah, gedung, atau jalan ini penting bagi kita, bagaimana kita menjelaskan pada orang hutan – orang hutan dikalimantan bahwa batu bara dan kelapa sawit itu penting bagi ekonomi Indonesia sehingga penting bagi mereka untuk digusur, rasanya gak mungki, hewan - hewan tersebut tidak memiliki kederdasan buatan yang cukup untuk memahami kita dan itulah yang ditakutkan oleh para pakar bahwa kita akan kehilangan kendali dalam membuat seuatu yang akan membawa kita ada posisi semut atau orang hutan tadi, itulah salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh ilmuan yang bergerak dibidang Arificial Intelligence ini, bagaimana cara mengembangkan kecerdasan buatan yang ada tanpa kehilangan kendali terhadap kecerdasan buatan tersebut, semoga saja opsi pertama yang tercapai karena akan sangat menarik untuk menyaksikan teknologi yang luarbiasa ini memecahkan masalah – masalah besar yang selama ini belum mampu kita pecahkan bersama.

 

Untuk sekarang sambil nuggu saat itu tiba kita nikmatin dulu aja manfaat dari berbagai macam weak ai yang ada disekeliling kita saat ini. Terima kasih.

Follow us on Twitter, Facebook,

Share:

Image Description
Written by

Abdul Rosyid

0 Komentar

Tulis Komentar

Tetap di ketahui

Dapatkan penawaran khusus pada perkembangan terbaru dari Abdul Rosyid.